PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PROPOSAL PENELITIAN



PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PERKALIAN
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BENDA-BENDA TERDEKAT
PADA PELAJARAN MATEMATIKA MURID KELAS IV
SEKOLAH DASAR KATHOLIK WAIPUKANG
KABUPATEN LEMBATA







OLEH

NAMA  :  WILHELMUS KELANG
NO.PESERTA : 14241402710101










DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUAPTEN LEMBATA
2014




A.Judul :
Peningkatan Kemampuan Menghitung perkalian dengan  Menggunakan Media Benda-benda Terdekat pada Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Katholik Waipukang.


 B. Latar Belakang Masalah
           
     Secara umum matematika merupakan pelajaran yang dianggap sulit dan tidak disukai oleh siswa. Hal ini sesuai dengan hasil angket siswa kelas IV SD Katholik Waipukang  yang menyatakan bahwa 57 % siswa tidak menyukai pelajaran matematika dan merasa sulit untuk mengikutinya. Oleh karena itu hasil pembelajaran matematika tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan Mulyana (2001) dalam kata pengantarnya menyatakan bahwa nilai matematika berada pada posisi yang paling bawah, sehingga tidak heran kalau nilai matematika dipakai sebagai tolak ukur dari kecerdasan siswa.

    Kalau kita kaji lebih dalam hal tersebut bukan merupakan kesalahan siswa semata tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor guru itu sendiri sebagai pendidik .Kekurangan guru yang biasa dilakukan  dalam kegiatan belajar mengajar adalah mengambil jalan pintas dalam pembelajaran, memberi hukuman tanpa melihat lataar belakang kesalahan, menunggu siswa berbuat salah, mengabaikan perbedaan siswa, merasa paling pandai, tidak adil, memaksa hak siswa, (Mulyasa, 2005:20). Namun menurut hasil pengamatan peneliti kesalahan yang biasa dilakukan guru dalam membelajarkan matematika di tempat peneliti hingga siswa cepat menjadi bosan  adalah :
(1) Dalam membelajarkan matematika guru hanya berpedoman pada buku pegangan.
(2) Penyampaian konsep sarat dengan hafalan-hafalan.
(3) Kegiatan pembelajaran masih monoton.
(4) Kurang memperhatikan keterampilan prasarat.

     Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas IV SD Katholik Waipukang semester I tahun pelajaran 2013/2014 tentang perkalian bersusun menunjukkan bahwa 15% murid menguasai secara tuntas, 28% murid agak menguasai,dan 57% kurang menguasai, pada hal pada pembelajaran matematika sehari-hari guru sudah menjelaskan secara lisan, ditulis di papan tulis, memberi contoh, bahkan memberikan soal-soal latihan tentang perkalian bersusun, dan juga siswa sudah diberi kesempatan untuk bertanya ketika guru mengajar, namun sedikit sekali mereka yang mengajukan pertanyaan. Ketika guru balik bertanya  hanya beberapa siswa yang  dapat menjawab pertanyaan guru dengan benar, itupun karena siswa tersebut  memang pandai di kelasnya. Dan bila diberi tes perkalian rata-rata hasilnya rendah.

      Rendahnya penguasaan kemampuan hitung perkalian kemungkinan besar dikarenakan guru kurang tepat dalam memilih cara atau media dalam pembelajaraan. Murid kelas IV cara berfikirnya masih pada benda konkrit, sementara guru tidak memperhatikan hal tersebut sehingga dimungkinkan murid mengalami kesulitan.
Berdasarkan masalah di atas peneliti akan berupaya meningkatkan  kemampuan menghitung perkalai dengan media benda-benda sekitar yang dekat dengan siswa antara lain dengan jari tangan dan kartu bilangan. Dengan menggunakan media tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuan hitung perkalian, lebih baktif, kreatif sehingga lebih banyak siswa yang mencapai ketuntasan dalan hafalan perkalian sampai bilangan 100, perkalian bersusun dan operasi perkalian.

C. Perumusan Masalah Dan Pemecahannya.       
1.    Rumusan Masalah.

Berdasar uraian di atas maka penelitian ini ditekankan pada peningkatan kemampuan menghitung perkalian dengan media benda-benda terdekat pada pelajaran matematikan sisqa kelas IV SD Katholik Waipukang. Dengan demikian dapat dirumuskan permasalahan sebagaai berikut:
“Bagaimana menggunakan media benda-benda terdekat dapat meningkatkan kemampuan menghitung perkalian?”

2.    Pemecahan Masalah
Untuk pemecahan masalah pembelajaran di kelas IV SDK Waipukang mata pelajaran Matematika tentang menghitung perkalian dengan menggunakan media benda-benda terdekat atau media nyata,maka peneliti menggunakan 4 tahab pecahan masalah seperti :
1.    Tahab perencanaan
Meliputi persiapan materi pembelajaran,merancang RPP dan instrumen penelitian.
2.    Tahab pelaksanaan
Melaksanakan pembelajaran sesuai langkah-langkah dalam RPP.
3.    Tahab observasi
Melakukan observasi teman sejawat.
4.    Tahab refleksi
Mencatat kekuatan dan kelemahan baik guru maupun siswa demi perubahan kedepan.

D.TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

1.    Tujuan Penelitian.

Sesuai dengan pernyataan peneliti yang telah dirumuskan , tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah “Meningkatkan kemampuan menghitung perkalian murid kelas IV SD Katholik Waipukang dengan menggunakan media benda-benda terdekat”.

2.  Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah:
1.  Bagi siswa penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas belajarKerja sama , dan kemampuan menghitung perkalian.
2.  Bagi guru sebagai peneliti untuk meningkatkan profesionalisme dan        mendorong peneliti untuk melaksanakan penelitian serupa lebih lanjut.
3.  Bagi guru sejawat untuk memberikan motivasi serta referensi model-model pembelajaran yang positif.
4.  Dengan adanya guru-guru mengadakan penelitian tindakan kelas berarti pembelajaran di kelas lebih berkualitas sehingga terjadi perubahan positif. 
E.HIPOTESIS TINDAKAN

            Jika guru menggunakan media benda-benda terdekat pada pembelajaran matematika,maka kemampuan menghitung perkalian akan meningkat.

 F.KAJIAN PUSTAKA

1     Strategi  Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
          

Pendidikan matematika di sekolah dasar merupakan basis pendidikan dalam membentuk insan Indonesia seutuhnya, seperti diisyaratkan dalam kebijakan-kebijakan pemerintah dari tahun ketahun. Lulusan sekolah dasar diharap dapat membekali dirinyaa dengan kemampuan-kemampuan yang memungkinkan mereka mau dan mampu menata kehidupan yang lebih layak baik dalam proses pendidikan formal selanjutnya maupun dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Sasaran tersebut dapat terjangkau jika program pembelajaran di sekolah memenuhi basis pendidikan bermutu.
Dalam Depdikbut (1993) disebutkan bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar berfungsi sebagai pengembang kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan - bilangan  smbol-simabol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan mempermuda menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut pada jenjang sekolah dasar diutamakan agar siswa mengenal, memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidpupan seharai-hari.
Sejalan dengan fungsi pembelajaran matematika di sekolah dasar disebutkan  tujuan umum pendidikan matematika di sekolah dasar adalah belajar bernalar ,pembentukan sikap siswa, dan keterampilan dalam dalam menerapkan matematika.
Jadi dalam setiap pembelajaran matematika di sekolah dasar guru tidak  cukup hanya memahami konsep hafalan-hafalan, tetapi lebih dari itu guru harus lebih dapat membuat bagaimana nalar serta sikap siswa terbentuk.untuk itu guru wajib berupaya mengembangkan diri dalam profesinya.

2    Peranan Media Pembelajaran.     

Media Pembelajaran menimbulkan kegiatan belajar mengajar agar siswa memperoleh pengetahuan,ketrampilan dan perubahan sikap dan tingkah laku.
Media pendidikan mempunyai beberapa fungsi  yaitu fungsi sosial, fungsi edukafif, fungsi ekonomi,  fungsi politik, dan fungsi budaya. Dalam hubungannya dengan fungsi edukatif  media pendidikan mempunyai beberapa ciri yaitu: 
  1. Media pendidikan identik artinya dengan alat peraga  yang berarti alat yang bisa diraba, dilihat, didengar, dan diamati oleh panca indra.
  2. Tekanan utama terdapat pada benda atau hal yang dapat didengar atau di lihat.
  3. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan murid.
  4. Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik dalam kelas maupun di luar kelas.
  5.  Media pendidikan mengandung aspek–aspek sebagai alat dan teknik yang       sangat erat hubungannya dengan metode mengajar.

Media merupakan alat Bantu belajar dan mengajar. Alat ini hendaknya ada ketika dibutuhkan ubntuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru yang menggunakannya. Agar kebutuhan yang beragam dari kurikulum dan siswa secara individu dapat terpenuhi, maka suatu variasi yang luas dan berjumlah besar memang diperlukan. Jika guru mengajar tanpa menggunakan atau dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan (media) untuk melaksanakan tugasnya maka hasilnya akan kurang memuaskan dan tak dapat dipertanggungjawabkan.

Mengingat betapa penting peran media pendidikan  dalam kegiaatan belajar mengajar  maka dalam setiap pembelajaran hendaknya menggunakan media pendidikan. Media pendidikan yang baik hendaknya disesuaikan dengan karakter siswa  dan juga dikenal oleh murid. Media yang dikenal siswa adalah benda-benda terdekat atau di lingkungan  sekitar murid.  

 G. METODE  PENELITIAN

A.   Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan oleh Peneliti di Sekolah Dasar Katholik Waipukang,Kecamatan Ile Ape,Kabupaten Lembata.Alassan peneliti memilih tempat ini karan peneliti bekerja di sekolah tersebut.

B.   Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan November 2013 semester 1 pada kelas IV SD Katholik Waipukang.

C.   Subyek Penelitian

Murid kelas IV SD Katholik Waipukang,Kecamatan Ile Ape dengan jumlah siswa 30 orang ,yang terdiri dari 18 murid laki-laki dan 12 murid perempuan.

D.   Prosedur Penelitian.

Pelaksanaan penelitian ini direncanakan  2 siklus pembelajaran,dan tiap siklus terdapat 4 tahab pemecahan masalah.
Siklus 1.
a.    Tahab Perencanaan
Terdiri dari merancang RPP sesuai masalah yang dikaji dan instrumen penelitian lembaran observasi dan tes.

b.    Tahab Pelaksanaan
Meliputi pelaksanaan KBM sesuai langkah :
Ø  Langkah yang ada dalam RPP
                                                  i.        Kegiatan awal
-   Pengelolaan kelas
-   Persiapana murid untuk mengikuti KBM
-   Pre tes
1.    berapakah 2 dikalikan dengan 6 ?
2.    apakah 3 x 7 hasilnya sama denga 7 x 3 ?
3.    manakah penulisan perkalian berulang dari 2  x 5 yang benar ?
a.    2 x 2 x 2 x 2 x 2
b.    5 x 5
c.    5 x 2

                                                    ii.        Kegiatan inti
Ø  guru menjelaskan cara-cara penyelesaian perkalian berulang.
Ø  guru bersama murid melakukan perhitungan perkalian dengan menggunakan benda-benda disekitarnya.
Ø  guru membimbing siswa dalam meyelesaikan perhitungan perkalian dengan benda-benda disekitarnya.

                                                   iii.        Kegiatan penutup.
-   guru bersama siswa membuat rangkuman.
-   guru memberikan tes akhir untuk para murid.

c.    Tahab Observasi.
Tahab ini dilaksanakan oleh observer untuk melakukan observasi pada proses pembelajaran dimana aspek yang diamati sebagai berikut :

Tabel 1.

Aktifitas Belajar Murid Siklus I.

NO

Aspek yang diamati
Frekwensi
Frekwensi
Baik
Tidak Baik
Baik
Tidak Baik
1.

2.

3.

4.
Menyimak penjelasan dari guru.
Selalu aktif pada saat pembelajaran.
Aktif dalam kegiatan kelompok/umum
Mengerjakan soal dengan baik





d.    Tahab Refleksi
Melakukan refleksi dimana guru dan peneliti  mencatat hasil temuan pada saat siklus 1  baik kekuatan maupun kelemahan guru dan murid,guna dilanjutkan pada pembelajaran berikutnya.

Siklus 2.
a.    Tahab Perencanaan
Terdiri dari merancang RPP sesuai masalah yang dikaji dan instrumen penelitian lembaran observasi dan tes.

b.    Tahab Pelaksanaan
Meliputi pelaksanaan KBM sesuai langkah :
Ø  Langkah yang ada dalam RPP
                                                  i.        Kegiatan awal
-   Pengelolaan kelas
-   Persiapana murid untuk mengikuti KBM
-   Pre tes
4.    berapakah 2 dikalikan dengan 6 ?
5.    apakah 3 x 7 hasilnya sama denga 7 x 3 ?
6.    manakah penulisan perkalian berulang dari 2  x 5 yang benar ?
d.    2 x 2 x 2 x 2 x 2
e.    5 x 5
f.     5 x 2

                                                    ii.        Kegiatan inti
Ø  guru menjelaskan cara-cara penyelesaian perkalian berulang.
Ø  guru bersama murid melakukan perhitungan perkalian dengan menggunakan benda-benda disekitarnya.
Ø  guru membimbing siswa dalam meyelesaikan perhitungan perkalian dengan benda-benda disekitarnya.

                                                   iii.        Kegiatan penutup.
-   guru bersama siswa membuat rangkuman.
-   guru memberikan tes akhir untuk para murid.

c.    Tahab Observasi.
Tahab ini dilaksanakan oleh observer untuk melakukan observasi pada proses pembelajaran dimana aspek yang diamati sebagai berikut :


Tabel 2.

Aktifitas Belajar Murid Siklus 2.

NO

Aspek yang diamati
Frekwensi
Frekwensi
Baik
Tidak Baik
Baik
Tidak Baik
1.

2.

3.

4.
Menyimak penjelasan dari guru.
Selalu aktif pada saat pembelajaran.
Aktif dalam kegiatan kelompok/umum
Mengerjakan soal dengan baik





d.    Tahab Refleksi
Melakukan refleksi dimana guru dan peneliti  mencatat hasil temuan pada saat siklus 1  baik kekuatan maupun kelemahan guru dan murid,guna dilanjutkan pada pembelajaran berikutnya.

E.   TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data yang digunakan disini adalah :
1)    Observaasi atau pengamatan langsung.

Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian,yang merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian,untuk menyadari adanya suatu rangsangan tertentu  yang dimajukan,atau suatu studi yang  sengaja dan sistematis,tentang keadaan atau fenomena sosial dan gejala-gejala dengan jalan  mengamati dan mecatat ( Mardalis,2008 ; 63 )

2)    Tes hasil belajar

Teknik ini perlu dilaksanakan karena merupakan teknik pengumpulan data,berupa hasil tes belajar para murid.Dalam penelitian ini,teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan penggunaan model nyata yang ada disekitar para murid kelas IV SD Katholik Waipukang,yang dilaksanak 2 kali yaitu tes awal dan tes akhir.

F.    TEKNIK ANALISIS DATA

Dalam PTK ini,peneliti menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menganalisis data hasil penelitian digunakan rumus sebagai berikut :

PK  =    x  100%
 





Keterangan  :            PK  adalah Presentase Ketuntasan
                       SK adalah Jumlah siswa yang memenuhi ketuntasan
                                    S adalah  jumlah seluruh siswa
                                     ( Suharsimi A. 2010 ; 135 )

G.   INDIKATOR KEBERHASILAN

Penelitian ini dikatan berhasil jika sebanyak 85 % murid yang tuntas sesuai KKM yang berlaku di SD Katholik Waipukang,yang menyatakan seorang murid dikatan tuntas apabila memperoleh nilai Matematika minimal 65.












H.   DAFTAR PUSTAKA

1.    Arikunto Suharsimi 2010,Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik.
             Jakarta:Rineka Cipta.

2.    Mardalis.2008.Metode Penelitian suatu pendekatan proposal,
   Jakarta : Bumi Aksara.


Komentar